Lazada Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2015

Jual HES Alat Penghemat Listrik 30%







 
MARI BERHITUNG..
ALAT PENGHEMAT LISTRIK

Setiap bulan tagihan biaya listrik cukup tinggi,anggaplah sebulan habis 1jt
Nah,,,dengan alat penghemat listrik teknologi jerman “home electric saver” kita bisa memangkas 30% dari biaya listrik dan alat ini mampu berfungsi sampe 6th
Coba kita hitung
Harga alat 350rb (hanya sekali beli)
Tagihan biaya 1jt/bln
Jika hematnya 30% maka setiap bulan bisa saving 300rb
Alat ini bisa tahan sampe 6th artinya 300rbx12x6= 21.600.000 (dua puluh satu juta enam ratus ribu rupiah) waowwww,,,penghematan yang cukup besar hanya dengan modal 350rb type 450-1300w

Hebatnya lagi, alat ini tidak melanggar ketentuan oleh PT PLN (persero). Legalitas produk ini sudah sesuai dengan SK Menteri PU No. 23/PRT/78 tentang alat sejenis kapasitor bank. Alat ini juga merujuk pada instruksi Presiden RI No 10/2005 tentang penghematan energi.

So,,,gak usah pikir panjang lagi buruan order
Hub. Mas AanF Prudential
085852548814
TROWULAN - MOJOKERTO

Senin, 10 Maret 2014

Kepingan Tertua Mars


Sebuah batu yang ditemukan di gurun pasir Sahara diyakini oleh para ilmuan sebagai meteorit Martian tertua. Dari hasil tes terbaru didapati bahwa umur batu tersebut telah mencapai 4.4 milyar tahun. Meteorit tersebut memiliki ciri berwarna hitam dan mengkilat. Tidak heran jika selanjutnya meteorit tersebut dikenal sebagai Black Beauty. Batu meteorit ini pun menjadi pembuka jaman baru dalam sejarah Mars, hal ini disampaikan langsung oleh Prof. Munir Humayan selaku Lead Author dari Florida State University, US.


Sebuah batu yang ditemukan di gurun pasir Sahara diyakini oleh para ilmuan sebagai meteorit Martian tertua. Dari hasil tes terbaru didapati bahwa umur batu tersebut telah mencapai 4.4 milyar tahun. Meteorit tersebut memiliki ciri berwarna hitam dan mengkilat. Tidak heran jika selanjutnya meteorit tersebut dikenal sebagai Black Beauty. Batu meteorit ini pun menjadi pembuka jaman baru dalam sejarah Mars, hal ini disampaikan langsung oleh Prof. Munir Humayan selaku Lead Author dari Florida State University, US.
www.physics.org
Sebenarnya terdapat ratusan meteorit Martian, tetapi sebagian besar dari meteorit tersebut merupakan batuan muda yang berumur 150 juta hingga 600 juta tahun. Batuan meteorit tersebut jatuh ke bumi karena terjadi tubrukan dengan asteroid atau komet.
Bagian meteorit Martian terbagi menjadi 5 lapisan yang lebih tua. Dari hasil analisis yang sempat dilakukan didapati kepingan yang disebut NWA 7034 memiliki umur 2 milyar tahun. Adapun riset terbaru menyatakan bahwa kepingan yang disebut NWA 7533 berumur 4.4 milyar tahun dan yakin bahwa NWA 304 pasti memiliki umur yang lebih tua lagi.Tim riset juga meyakini bahwa batu meteorit tersebut pasti terbentuk sejak planet merah masih berumur 100 milyar tahun.
Lapisan kerak Mars harus dapat dibedakan dengan cepat. Akan tetapi, adanya erupsi vulkanik pun turut merubah komponen lapisan permukaan. Prof. Humayan menyatakan bahwa tim risetnya kini berencana untuk meneliti batu meteorit tersebut untuk mengetahui kemungkinan adanya tanda-tanda kehidupan di masa lalu. Riset yang dilakukan ini menjadi semakin menarik. Prof. Humayan menambahkan, jika kelak memang dimungkinkan ada kehidupan di Mars, maka itu pasti dimulai dari saat ini.
Prof. Carl Agee dari University of New Mexico mengomentari bahwa sangat mungkin ditemukan perbedaan pada umur karena meteorit mengandung campuran dari beberapa komponen. Prof. Carl Agee yakin terdapat komponen kuno dalam batu tersebut, tetapi tidak menutup kemungkinan didapati percampuran umur. Hal ini dapat disebabkan karena tumbukan dengan asteroit atau komet, atau erupsi vulkanik atau kejadian lain yang terjadi 1,5 milyar tahun lalu. Peristiwa tumbukan dan erupsi tersebut dapat menambah komponen material yang lebih muda pada komponen batuan yang asli.
Setidaknya kini telah diketahui, batuan tersebut terdiri dari setengah lusin batuan yang berbeda jenis. Perbedaan tersebut dapat dilihat secara jelas terdiri dari jenis igneous, sedimen, dan lainnya. Batu meteorit tersebut mulai mengungkapkan rahasianya dan tim mengaku sangat bersemangat untuk mengetahuinya.
Sumber : www.physics.org / http://www.fisika.org

Senin, 03 Februari 2014

Kompor Gas Mini Untuk Usaha Tambal Ban

Kompor seperti gambar di atas sudah semakin musnah di era Globalisasi dan Jaman Modern,, padahal itu adalah sejarah atau tongkat kehidupan keluarga saya,, iya ayah (Bapak) adalah tukang reparasi kompor dan sejenisnya, di masa keluarga kecil kami dulu hiduplah seorang bapak Solikin sebagai Tulang Punggung keluarga kami dengan reparasi kompor dan sejenisnya, dan kehidupan yang pas-pasan beliau dapat menghidupi Istri dan anakya termasuk saya. Datang lah jaman KeEmasan Kompor Gas buatan beliau semakin ditingalkan oleh masyarakat, kini kompor mini bapak ada sekitar 50 buah yang tak laku dijual. sungguh malang, padahal dulu setiap hari lebih dari 10-20 orang membetulkan alat dapur utama itu, saya seribu sayang Zaman pun berubah segalanya serba modern dan kompor manis kami di tingal dengan begitu saja.

BAPAK JASAMU TAK PERNAH KAMI LUPAKAN, NASIHATMU SELALU KAMI INGAT, GENERASIMU KINI BERANJAK MENUJU KESUKSESAN MESKI TIDAK MENERUSKAN KEAHLIAN BAPAK TETAPI KAMI BERUSAHA MEMBESARKAN KELUARGA KAMI DAN TAK AKAN BERCERAI BERAI DENGAN SAUDARA-SAUDARA KAMI.

Aan. AnakMu
Jombang,03-02-14


Jumat, 24 Januari 2014

Ketika Amerika Serikat Tunduk Kepada Indonesia







Ketika Amerika Serikat Tunduk Kepada Indonesia

Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika pilotnya, Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka.
Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan petualangannya di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu. Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.
Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika “maju kena, mundur kena”.
Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya.
Inilah kisah bagaimana Bung Karno dengan amarah “memiting leher Allen Pope” sambil telunjuknya memberi isyarat agar Amerika mau bersimpuh di kaki Bung Karno (tentu saja ini hanya simbolisasi teatrikal).
Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap. tahun 1958 itu .
Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.
Di tengah suasana panas itu, teman-teman Mas Tok atau Guntur Soekarnoputra tidak berhenti menjejalinya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pilot Allen Pope.
Percakapan Bung Karno dengan putra sulungnya berkaitan hal itu, sudah banyak diungkap berbagai sumber. Tapi sebetulnya ada yang lebih penting lagi di balik percakapan antara Bung Karno dan Mas Tok berikut ini…..
Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.
Di tengah suasana panas itu, teman-teman Mas Tok atau Guntur Soekarnoputra tidak berhenti menjejalinya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pilot Allen Pope.
Percakapan Bung Karno dengan putra sulungnya berkaitan hal itu, sudah banyak diungkap berbagai sumber. Tapi sebetulnya ada yang lebih penting lagi di balik percakapan antara Bung Karno dan Mas Tok berikut ini…..
Itu humor khas Bung Karno. Humor seorang negarawan nyentrik. Cara Bung karno bercanda dengan politikus sejawatnya sehari-hari, tidak beda jauh dengan guyonannya dengan anak- anaknya. Mas Tok dan adik-adiknya sudah hafal adat ayahnya. Dasar Bung Karno! :D
Tapi sebetulnya di balik canda itu, mungkin bahkan Bung Karno dan Mas Tok sendiri waktu itu belum menyadari sesuatu.
Yaitu buntut dari posisi tawar Indonesia tadi, Bung Karno telah memulai tonggak lahirnya sejarah armada baru bagi AURI, yaitu lahirnya skuadron Hercules di Indonesia. Armada ini kelak turut punya andil dalam merebut Irian Barat dari Belanda.
Itu semua berawal dari negosiasi tarik ulur demi pembebasan seorang pilot yang bikin Amerika gelisah. Bagaimana tidak? Soalnya kalau tidak segera diselamatkan, bisa-bisa pilot itu buka mulut tentang info rahasia yang berkaitan dengan permainan CIA.
Dulu serangan Maukar ke Istana didesas-desuskan akibat Bung Karno menggoda tunangan sang pilot. Gosip selanjutnya menghantam Bung Karno lagi. Yaitu pembebasan pilot Allen Pope digosipkan karena Bung Karno dirayu oleh istri Pope, yang sengaja didatangkan dari Amerika. Walaahhh….
Kedengaran kayak gosip murahan. Tapi tunggu dulu! Sejarah kadang memang diwarnai gosip murahan, yang bermuara pada hasil yang tidak murahan.
Konon itulah yang dinamakan intrik politik tingkat tinggi. Intrik yang menggunakan sisi kelemahan Bung Karno. Kelemahan apalagi kalau bukan soal perempuan? Mentang-mentang Bung Karno mata keranjang…..
Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan Don Yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya.
Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan…..ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”.
Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958.
Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara.
Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar.
Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh.
Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta.
Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno.
Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!
Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok.
Tapi sebetulnya yang lebih bikin malu Amerika bukan soal kalah yang dikatakan Pope tadi. Tapi tertangkapnya Allan Pope mengungkap permainan kotor AS untuk menggulingkan Soekarno. Amerika terus ngeyel menyangkal. Tapi bukti-bukti yang ada, akhirnya membungkam mulut Amerika.
Taktik kotor itu jadi gunjingan internasional. Tanpa ampun, kedok Amerika dengan CIA-nya berhasil dibuka Indonesia, lengkap dengan bukti-bukti telak.
Amerika terpaksa berubah 180 derajat menjadi baik pada Soekarno. Semua operasi CIA untuk mengguncang Bung Karno (untuk sementara) dihentikan.
Amerika berusaha mati-matian minta pilotnya dibebaskan. Segala cara pun mulai dilakukan untuk mengambil hati Bung Karno. Eisenhower mengundang Soekarno ke AS bulan Juni 1960.
Lalu Soekarno juga diundang John Kennedy di bulan April 1961. Di balik segala alasan diplomatik tentang kunjungan itu, tak bisa disangkal itu semua buntut dari cara Bung Karno memainkan kartunya terhadap Amerika.
Selama periode itu, Bung Karno main tarik ulur dengan pembebasan Pope. Tarik ulur itu berjalan alot. Karena Bung Karno ogah melepaskan Pope begitu saja. Bung Karno sengaja berlama-lama “memiting leher” Allan Pope sebelum Amerika meng-iya-kan permintaan Indonesia.
Amerika mati kutu. Tak ada jalan lain. Negosiasi pun segera dimulai. Negosiasi alot yang memakan waktu 4 tahun, sebelum akhirnya Allen Pope benar-benar bebas.
Dimulai dengan Ike atau Eisenhower yang membujuk, merayu dan mengundang Bung Karno ke Amerika.
Bung Karno geram. Ike (Dwight D Eisenhower) mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram.
Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah nama panggilan D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu. Kali ini Amerika memang kena batunya.
Namun sesudahnya Bung Karno tetap tidak mau tunduk diatur-atur Ike. Situasi mulai berubah sedikit melunak setelah kursi kepresidenan AS beralih ke John F. Kennedy.
John Kennedy tahu, kepribadian Soekarno sangat kuat dan benci di-dikte. Karena itu dengan persahabatan dia mampu “merangkul” Soekarno. “Kennedy adalah presiden Amerika yang sangat mengerti saya”, kata Bung Karno.
Dengan John, negosiasi mulai mengarah ke titik terang. Berkaitan itu pula, John mengirim adiknya Robert Kennedy ke Jakarta. Robert membawa sejumlah misi, diantaranya: “bebaskan Pope”.
Konon ketika itu juga Amerika mengirim istri Allen Pope yang cantik. Perhitungannya, wanita cantik mampu meluluhkan hati Bung Karno. Ini asal mula beredar issue bahwa Bung Karno dirayu istri Allen Pope.
Yang tidak banyak disebutkan orang, yaitu ibu dan saudara perempuan Allen Pope juga datang memohon-mohon dengan tangisan minta belas kasihan Bung Karno.
Buat Bung Karno, pilot itu dibebaskan atau tidak dibebaskan, hasilnya sama saja. Yaitu tidak membuat korban-korban bom si pilot bisa hidup kembali. Jadi kenapa tidak memanfaatkan saja ketakutan Amerika yang ciut kalau pilot itu buka mulut?
Bung Karno memainkan kartu trufnya atas dasar apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada waktu itu. Indonesia betul-betul sengsara dan kelaparan, jadi butuh uang dan nasi.
Indonesia sedang bertempur melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Jadi butuh senjata, sejumlah perangkat perang dan armada tempur.
Permintaan Bung Karno itu tentu saja tidak disampaikan dengan cara mengemis. Tapi dengan cara yang menyeret Amerika untuk membuat interpretasi diplomatik. Mau tidak mau, isyarat diplomatik Soekarno bikin Amerika harus bisa membaca yang tersirat di balik yang tersurat.
Dibanding Ike alias Eisenhower, John Kennedy lebih peka membaca isyarat itu. Itulah yang dimaksud Bung Karno bahwa John Kennedy mengerti dirinya. Kennedy tidak cuma sekedar mengundang Bung Karno ke Amerika untuk plesiran. Tapi juga ada tindak lanjut nyata di balik undangan diplomatik itu.
John paham Indonesia butuh perangkat perang untuk merebut Irian Barat.
Di antaranya armada tempur. Karena itu diajaknya Bung Karno mengunjungi pabrik pesawat Lockheed di Burbank, California. Di sana Bung Karno dibantu dalam pembelian 10 pesawat hercules tipe B, terdiri dari 8 kargo dan 2 tanker.
Negosiasi pembebasan Allen Pope antara Ike dan Bung Karno tadinya alot. Tapi jadi licin jalannya dengan John. Dia tidak pelit membalas “kebaikan” Bung Karno yang memenuhi permintaan AS untuk membebaskan Allen Pope.
Hasilnya? Hercules dari Amerika, menjadi cikal bakal lahirnya armada Hercules bagi AURI (armada yang kelak ikut bertempur merebut Irian Barat). Bung Karno bisa membuat Amerika menghentikan embargo.
Lalu menyuntik dana ke Indonesia. Juga beras 37.000 ton dan ratusan persenjataan perangkat perang. Kebutuhan itu semua memang sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu.
Ternyata begini ini yang namanya negosiasi tingkat tinggi. Akhirnya Allen Pope dibebaskan secara diam-diam oleh suatu misi rahasia di suatu subuh, Februari 1962.
Negosiasi itu seluruhnya tentu makan biaya yang tidak sedikit. Siapa yang mesti membayar semua itu? Konon rekening Permesta yang harus membayar ganti rugi akibat negosiasi itu.
Sempat terdengar selentingan bahwa jalan by pass Cawang-Tanjung Priok dan Hotel Indonesia lama di Bundaran HI Thamrin, adalah wujud dari ganti rugi itu. Benarkah demikian? Wallahu a’lam.
Sayang hubungan mesra Bung Karno dengan Amerika berakhir setelah Kennedy terbunuh tahun 1963 yang disinyalir dilakukan oleh CIA. Terbunuhnya Kennedy membuat CIA kembali leluasa mewujudkan mimpi lama yang sempat terhenti. Yaitu terus mengguncang kursi Bung Karno, hingga Putra Sang Fajar itu akhirnya benar-benar terbenam. Kita semua tahu bagaimana akhir episode itu.

SUMBER